Minggu, 27 Mei 2012

Metode penelitian


BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
            Dalam kurikulum Sekolah Menengah Atas Angkasa Bandung, terdapat pelajaran bahasa Jerman. Bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran Jung da Kontakte deutsch. Dalam kedua buku tersebut terdapat pelajaran mnegenai landeskunde negara Jerman, dalam buku tersebut terdapat tema pelajaran menyimak teks yang berhubungan dengan kebudayaan negara jerman. Masih terdapat banyak siswa yang mnegalami kesulitan dalam proses pembelajaran, terutama dalam menyimak. Kesulitan tersebut diduga disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya penguasaan kosa kata, minat belajar bahasa jerman yang rendah, kurangnya pemahaman siswa mengenai Landeskunde yang dimiliki siswa serta kondisi fisik siswa pada saat menyimak sedang tidak baik.
B.Pembatasan Masalah
            Penulis membatasai masalah penelitian hanya ada pembahasan tentang, hubungan antara pengetahuan Landeskunde dan keterampilan menyimak teks bahasa Jerman siswa SMA Angkasa Bandung kelas III IPA C.
C.Perumusan Masalah
·         Bagaimana pengetahuan siswa tentang Landeskunde?
·         Bagaimana keterampilan menyimak siswa?
·         Apakah terdapat hubungan yang positif antara pengetahuan Landeskunde dan keterampilan menyimak bahasa Jerman siswa SMA Angkasa Bandung  kelas III IPA C.
·         Berapa besar kontribusi pengetahuan Landeskunde terhadap keterampilan menyimak bahasa Jerman?
D.Tujuan Penelitian
  • Tingkat pemehaman siswa mengenai Landeskunde.
  • Tingkat keterampilan menyimak siswa.
  • Untuk mnegetahui hunbungan antarapengetahuan Landeskunde dan keterampilan mneyimak bahasa Jerman siswa SMA Angkasa Bandung.
  • Kontribusi pengetahuan Landeskunde terhadap keterampilan mneyimak bahasa Jerman.
E.Manfaat Penelitian
  • Dapat memberikan gambaranmengenai tingkat pengetahuan Landeskunde dan keterampilan mneyimak siswa SMA Angkasa Bandung kelas III IPA C.
  • Siswa diharapakan dapat meningkatkan prestasi belajar dalam menyimak bahasa Jerman.
  • Sekolah diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran bahasa Jerman dengan pengetahuan Landeskunde.


BAB II
LANDASAN TEORETIS
A.Pengertian Landeskunde
1.Hakikat Landeskunde (Kutipan)
            Landeskunde  adalah segala hal yang berkaitan dengan masyarakat yang bahasanya  dipelajari dalam bahasa asing.Hal-hal yang berkenaan dengan sosial budaya negara bersangkutan, hal ini diperlukan agar proses pembelajaran bahasa asing menjadi lebih aplikatif dan sesuai dengan kondisi riil masyarakat Jerman tersebut. (Butjes 1989)
2.Cakupan Landeskunde
            Pengetahuan Landeskunde meliputi pengetahuan tentang budaya, sejarah, geografis, politik, dan pehetahuan tentang kehidupan sehari-hari.
3.Landeskunde Dalam Pembelajaran Bahasa Asing
            Landeskunde adalah segala  informasi yang diperoleh tentang masyarakat yang bahasanya dipelajaridalam pembelajaran bahasa asing (Butjes 1944:112)
B.Menyimak
1.Pengertian Menyimak
            Pada hakikatnya menyimak berarti mendengarkan danmemahami bunyi bahasa.
2.Tujuan Menyimak
  • Menyimak untuk belajar
  • Menyimak untuk menikmati keindahan audial
  • Menyimak unutk mengevaluasi
  • Menyimak untuk mengapresiasi
  • Menyimak unutk mengkomunikasikan ide-idenya sendiri
  • Menyimak untuk membedakan bunyi-bunyi
  • Menyimak untuk memecahkan masalah
  • Menyimak untuk meuakinkan
3.Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Menyimak
  • Teks yang didengar
  • Penyimak
  • Situasi ketika proses menyimak berlangsung
4.Hipotesis Penelitian Terdapat hubungan yang positif antara pengetahuan Landeskunde dan keterampilan mneyimak.




BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.METODE PENELITIAN
            Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif analitik kuantitatif dengan teknik regresi dan korelasi
B.VARIABEL DESAIN PENELITIAN
  • Variabel bebas (X), yaitu pengetahuan Landeskunde
  • Variabel terikat (Y), yaitu keterampilan mneyimak
Y
 
X
 
                                                r                                      
           
C.TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
            Penelitian dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Angkasa Bandung. Waktu penelitian dilakukan pada smester ganjil tahun ajaran 2009/2010 terhadap siswa kelas XII IPA C berjumlah 32 siswa.
D.POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN
  • Populasi dalam penelitian adalah siswa Sekolah Menengah Atas Angkasa kelas XII IPA.
  • Sampel dalam penelitian ini adalah kelas III IPA C sebanyak 32 orang yang telah mempelajari bahasa Jerman.
E.INSTRUMEN PENELITIAN
  • Tes kemampuan pengetahuan Landeskunde.
  • Tes keterampilan menyimak
F.TEKNIK ANALISI DATA
  1. Uji Persyaratan Analisis
·         Uji Homogenitas
·         Uji Normalitas Data
  1. Uji  Kelinieran dan Keberhasilan regresi
Untuk menetukan besarnya hubungan antara variabel X (tingkat pengetahuan Landeskunde) dan variabel Y (keterampilan mneyimak) dihitung koefisien korelasi kedua variabel tersebut dengan mneggunakn korelasi Pearson Product Moment.
  1. Uji Korelasi
Untuk mengetahui besarnya hubungan antara variabel X dan variabel Y dihitung koefisien korelasi kedua variabel, yakni tingkat pengetahuan Landeskunde (X) dan tingkat keterampilan menyimak (Y) signifikan atau tidak, maka dilakukan uji tes.
G.HIPOTESIS STATISTIK
                        Ho    :   rxy   = 0
                        H1   :  rxy   < 0
            Hipotesis Ho diterima apabila tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel X dan variabel Y. Namun demikian, jika terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kedua variabel tersebut, maka hipotesisi Ho ditolak. Dengan demikian hipotesis H1 atau hipotesisi penelitian diterima.

































BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.DESKRIPSI DATA PENELITIAN
  • Data pegetahuan Landeskunde
Untuk pengumplan data X, penulis memberikan tes tertulis kepada 32 siswa kelas XII IPA C sebanyak 20 butir soal yang terdiri dari 20 soal butir pilihan (10 soal Landeskunde dan 10 soal menyimak), dengan cara memberikan skor 10 untuk setiap semua jawaban yang benar. Hasilnya menunjukan skor tertinggi yang didapat siswa adalah 90 dan skor terendah 70 dari skor maksimum 100 dengan rata-rata (mean) sebesar 78.906.
  • Data Keterampilan Menyimak Bahasa Jerman
Ø  Uji Homogenitas Variansi Variabel X dan Y
Penghitungan uji homogenitas variabel X dan Y menunjukan, bahwa nilai Fhitung  adalah 0.942. Berdasarkan tabel distribusi f dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 31 pada taraf nyata a=0.05 diperoleh Ftabel sebesar 4.17. Hal ini menunjukan bahwa Fhitung lebih kecil daripada Ftabel. Jadi variansi variabel X dan Y bersifat homogen. (lihat lampiran 1)
Ø  Uji Normalitas Variabel X dan Y
Melalui uji Liliefors untuk variabel X, diperoleh Ihitung  sebesar 0.135. Dengan jumlah sampel (n)=32 dan pada taraf nyata a=0.05 diperoleh Itabel  0.15. Tampak  Ihitung  lebih kecil dari Itabel . Dengan demikian data X berdistribusi normal.
Untuk variabel Y diperoleh Ihitung sebesar 0.50. dengan jumlah sampel (n)=32 dan pada taraf nyata a=0.05 diperoleh Itabel sebesar 0.156. Tampak bahwa Ihitung lebih kecil dari Itabel. Jadi data Y berdistribusi normal.
B.UJI KEBERARTIAN DAN LINEARITAS REGRESI
  • Uji Persamaan Regresi
Berdasarkan penghitungan statistik diperoleh harga a=40.03 dan b=0.49. Melalui rumus Ÿ= a + b X, diperoleh persamaan regresi Ÿ = 40.03 + 0.49 X.
  • Uji Linearitas dan Keberartian Persamaan Regresi
Dalam hal ini penulis menggunakan analisis varian (ANAVA). Berdasarkan hasil analisis diperoleh Fhitung sebesar 8.15 untuk uji taraf signifikasi regresi. Dengan bantuan daftar distribusi f,dengan dk pembilang 1dan dk penyebut 30, dan pada tarf nyat a=0.05 diperoleh ftabel sebesar 4.17. Jelaslah Fhitung lebih besar daripada Ftabel. Dengan kata lain persamaan regresi signifikan.
C.PERHITUNGAN KOEFISIEN KORELASI
            Runus yang digunakan adalah koefisien Pearson Product Moment. Diperoleh nilai r = 0.462. kategori tersebut termasuk cukup.
D.PENGHITUNGAN KOEFISIEN DETERMINASI
            Rumus yang digunakan :
            Kd  =  r² x 100 %
                   =  0.462 x 0.4621 x 100 %
                   =  21,34 %
            Berdasarkan penghitungan tersebut. Pengetahuan Landeskunde dan keterampilan menyimak siswamemberikan kontribusi yang cukup sebesar = 21.34 % sedangkan sissanya78,66 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain   .
E.PENGUJIAN HIPOTESIS
            “terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan landeskunde dan keterampilan mneyimak” Untuk meguji hipotesis tersebut penulis menghitung korelasi antara variabel X dan Y, dengan menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment. Maka diperoleh hasil sebesar 0.462.
            Selanjutnya untuk menguji signifikasi dilakukan uji t, diperoleh thitung 2.53 dan ttabel sebesar 1.697. jadi hipotesisi nol ditolak (Ho) maka hipotesis alternatif (H1) dapat diterima.
F.PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
            Pengetahuan Landeskunde merupakan bekal bagi para siswa, mnegetahui ilmu dan segala hal yang berhubungan dengan bahasa dan negara Jerman, sehingga siswa dapat mengucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil Landeskunde yang baik tentu akan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menyimak, semakin baik pula keterampilan menyimak tentu semakin bai [ula pengetahuan Laneskunde.
            Terdapat korelasi yang cukup antara variabel X dan Y, terbukti dari dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,462.Hasil semua ini menunjukan bahwa pengetahuan landeskunde memberikan kontribusi yang cukup bagi keterampilan mneyimak siswa.














BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.KESIMPULAN
            Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan analisis data yang diperoleh, maka penulis mneyimpulkan secara keseluruhan hasil penelitian yang telah dilakukan. Kesimpulan pada dasarnya merupakan jawaban dari permasalahan penelitian yang diajukan, maka kesimpulan yang diperoleh adalaha sebagai berikut :
  1. Terdapat hubungan antara pengetahuan Landeskunde  dengan keterampilan menyimak. Hubungan ini dapat dibuktikan dengan penghitungan statistik yang diperoleh harga a = 40.03 dan b = 0,49 melalui rumus Ÿ = a + b X, diperoleh persamaan regresi Ÿ = 40.03 + 0,49 X.
  2. Pengetahuan Landeskunde memberikan kontribusi terhadap keterampilan menyimak. Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi pengetahuan Landeskunde terhadap keterampila mneyimak dilakukan penghitungan koefisien korelasi. Rumus yang digunakan adalah koefisien Pearson Product Moment. Melalui rumus ini diperoleh nilai r = 0.462. Berdasarkan kategori-kategori dari koefisien korelasi menurut Arikunto (1990 : 154), koefisien-koefisien tersebut pada kategori cukup.  

B.SARAN

            Dari hasil penelitian yang diperoleh dapat disarankan hal-hal sebagai berikut :
  1. Setelah mengetahui dari hasil pengetahuan Landeskunde data keterampilan menyimak yang berdistribusi normal, diharapkan guru dapat memberikan bahan ajar yang terkait dengan media Landeskunde yang dapat menunjang pembelajaran dan mencapai hasil yang ditargetkan.
  2. Bagi mahasiswa yang memiliki minat untuk megkaji dan menelaah lebih luas serta mendalami masalah yang ada hubunganya dengan penelitian ini, disarankan dapat menggunakan instrumen yang berbeda, namun  tetap syarat makna yang berdasarjan pada tema. Hal tersebut dilakukan untuk lebih menggali aspek lainya yang belum terungkap dalam penelitian ini, sehingga diperoleh hasil penelitian baru sebagai pembanding.








LAMPIRAN
1.Tabel 1                    

DATA PENGETAHUAN LANDESKUNDE

NO
Pengetahuan Landeskunde
Persentase (%)
1
70
70 (%)
2
85
85(%)
3
80
80 (%)
4
70
70(%)
5
75
 75(%)
6
70
70(%)
7
75
75 (%)
8
85
85(%)
9
70
70 (%)
10
75
75(%)
11
80
80 (%)
12
85
85(%)
13
80
80 (%)
14
75
75(%)
15
70
70 (%)
16
80
80(%)
17
75
75 (%)
18
85
85(%)
19
80
80 (%)
20
85
85(%)
21
90
90 (%)
22
80
80(%)
23
70
70 (%)
24
90
90(%)
25
70
70 (%)
26
80
80(%)
27
85
85 (%)
28
80
80(%)
29
85
85 (%)
30
75
75(%)
31
80
80 (%)
32
90
90 (%)
  Σ
2525


MEAN : 78.906


Tabel 2

DATA KETERAMPILAN MENYIMAK
NO
Pengetahuan Menyimak
Persentase
1
85
85%
2
85
85%
3
80
80%
4
70
70%
5
75
75%
6
85
85%
7
80
80%
8
85
85%
9
70
70%
10
90
90%
11
70
70%
12
80
80%
13
75
75%
14
80
80%
15
70
70%
16
70
70%
17
75
75%
18
75
75%
19
70
70%
20
80
80%
21
90
90%
22
80
80%
23
75
75%
24
85
85%
25
70
70%
26
80
80%
27
85
85%
28
90
90%
29
75
75%
30
70
70%
31
80
80%
32
90
90%
  Σ
2520

Sx2      = 6416800 6375625  
                         992

Sy2      = 6396800  6350400
                         992                                                                            
Sx2      = 41175
                  992                                   
Sy2      = 46 400
                  992                                                                                   

Sx        = 41.507                                            
Sy2      = 46.774
Sx        = 6.443                                               
Sy        = 6.839

F          = Sx2/Sy2
F          = 0.942

Ftabel  =
 4.160













MEAN : 78.750
Dkx = 31
Dky = 31






































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar